{"id":1,"date":"2012-01-07T22:43:48","date_gmt":"2012-01-07T22:43:48","guid":{"rendered":"http:\/\/beningadijaya.com\/wp\/?p=1"},"modified":"2012-01-14T14:36:30","modified_gmt":"2012-01-14T07:36:30","slug":"hello-world","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/beningadijaya.com\/?p=1","title":{"rendered":"My online history"},"content":{"rendered":"<p>Kali ini\u00a0saya ingin mengingat-ingat lagi perjalanan online saya selama ini, mungkin banyak yang sudah lupa (nah tuh&#8230; makanya ditulis\u00a0 :P), tapi garis besarnya mungkin masih ada. Dengan mengingat perjalanan yang pernah dilalui, seseorang mungkin terbantu untuk memahami seperti apa dia dulu, dimana dia sekarang, akan kemana\u00a0arah perjalanan\u00a0berikutnya.<\/p>\n<p>Perjalanan online yang saya maksud disini adalah titik-titik penting persentuhan saya dengan hal-hal yang berbau IT, komputer, dan internet. Semoga bisa singkat tapi tetap menyisakan hal-hal yang perlu diingat. Kisah ini dimulai pada sekitar awal\u00a0tahun 1990-an.<br \/>\n<!--more--><\/p>\n<p>1. Perjumpaan pertama<br \/>\nDi awal tahun 90-an PC\/komputer adalah barang yang mewah, fungsi dan peranannya di pengguna pribadi juga belum\u00a0membudaya dan\u00a0signifikan. Di SMA kebetulan ada ekstra kurikuler komputer, di situ\u00a0saya mulai utak-utik komputer. Yah, dengan aplikasi standar waktu itu deh : MS-DOS, WordStar, Lotus (di tahun 1990\u00a0itu yang paling populer). Data biasanya disimpan di floppy disk yg ukuran 5.25 inch, yg biasanya akan jamuran kalau kelamaan ngga dipakai (hehehe&#8230; ). Agak exciting juga waktu kakak yang kuliah di UGM mendapat pinjaman PC dan dibawa ke rumah. Nah PC ini lumayan lebih canggih karena sudah pakai harddisk dan mouse. Di dalamnya ada aplikasi WordPerfect yang terlihat jauh lebih canggih dari WordStar, tapi saya sih lebih sering memakainya untuk bermain game Digger dan Pac Man hehehe&#8230;<br \/>\n<img loading=\"lazy\" id=\"il_fi\" src=\"http:\/\/i.games-here.com\/double_digger.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"242\" \/>\u00a0<br \/>\nFig.1 Tampilan game\u00a0Digger (from\u00a0games-here.com)<\/p>\n<p>2.\u00a0Hurray, I have a PC !\u00a0(Masa-masa sebelum mengenal internet)<br \/>\nWaktu kuliah di Bandung, seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan pemakaian PC, karena lingkungan (teman, kampus, tugas, dll) banyak melibatkan komputer, akhirnya bisa memiliki PC pertamaku. Dulu populer dengan istilah PC jangkrik (sebagai lawan makna dari PC branded) yang di masa sebelum krismon harganya cukup miring bagi kalangan mahasiswa. Spec-nya kalau ngga lupa adalah\u00a0486DX2\/66MHz, 16 MB RAM, \u00a0256 kB VGA Card, lupa ukuran Hard disk-nya berapa\u00a0, CD-ROM speed 2x. Jangan dibandingin sama PC jaman sekarang ya, itu dulu sudah spec top \ud83d\ude00<br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.google.co.id\/imgres?imgurl=http:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/0\/0d\/AMD_486_DX2_66_NV8T_Front.jpg&amp;imgrefurl=http:\/\/ru.wikipedia.org\/wiki\/%25D0%25A4%25D0%25B0%25D0%25B9%25D0%25BB:AMD_486_DX2_66_NV8T_Front.jpg&amp;usg=__B_mzRSL0Lyc3ka6swvGi9Z3S3xE=&amp;h=649&amp;w=650&amp;sz=82&amp;hl=id&amp;start=12&amp;zoom=1&amp;tbnid=nhdNRT_aavuHcM:&amp;tbnh=137&amp;tbnw=137&amp;ei=9m4JT-uUAsHwrQeIspjjDw&amp;prev=\/search%3Fq%3D486%2Bdx2%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26biw%3D1366%26bih%3D567%26tbm%3Disch&amp;um=1&amp;itbs=1\"><img loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/t1.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcS0G1hwBnIQc4Syx4OSuJVCFm5FwjEybturPfzsP_2DUGrVtXSRSSyoXcnP_Q\" alt=\"\" width=\"137\" height=\"137\" \/><\/a><br \/>\nFig.2 Prosesor AMD486 DX2 (from\u00a0Wikipedia.org)<\/p>\n<p>PC itu sering menjadi korban penganiayaan eh maksudnya eksperimen berbagai hal. Setup\/install OS atau aplikasi, bongkar pasang dan upgrade sana sini, dll adalah hal yang rutin. Pernah ada kelakar bahwa format hard disk dan install ulang adalah hobi rutin, sedangkan PC yang utuh\/ngga diutak-atik berarti kurang\u00a0useful. Saat PC antar kamar di kost disambung dengan kabel network dan\u00a0ada teman (kakak adik\u00a0jurusan Elektro dan Informatika)\u00a0membeli modem dial-up, saat itulah interconnection dimulai. Eits tapi tunggu dulu, karena saat itu belum familiar internet, jadi awalnya modem bukan untuk connect ke internet, tapi ke BBS. Sudah lupa dulu penyedia Bulletin board system (BBS) dari mana, tapi dengan simple text mode dan layanan sangat sederhana sekalipun sudah cukup mencengangkan dan membuat begadang.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" id=\"il_fi\" src=\"http:\/\/wwiv.sourceforge.net\/main.jpg\" alt=\"\" width=\"638\" height=\"331\" \/><br \/>\nFig.3 Contoh menu layanan BBS (from sourceforge.net)<\/p>\n<p>3. Hello world<br \/>\nDi masa-masa awal internet berkembang di Indonesia, kampus universitas menjadi tempat dimana teknologi jaringan komputer dan internet digunakan. Di pertengahan sampai akhir tahun 90-an lab-lab di ITB mendadak merangkap menjadi asrama mahasiswa. Banyak mahasiswa yang membawa PC-nya, perlengkapan sehari-hari, bahkan kasur ke lab dan tidur di sana (maaf ya pak dosen, kami waktu itu memang agak ndeso hehehe.. ). Koneksi internet unlimited 24 jam, dedicated static IP (sehingga kita bisa bikin server sendiri),\u00a0serunya nge-game bareng teman-teman adalah masa-masa yang benar-benar menyenangkan.<br \/>\nKebanyakan server ITB menggunakan FreeBSD, tapi saya lebih merasa senang mencoba berbagai distro Linux. RedHat atau Mandrake adalah distro favorit. Compile kernel (waktu itu masih versi 2.0.26), setup httpd, install daemon dan bot IRC, adalah eksplorasi yang menyenangkan. Tak lupa biar eksis di jagad maya, kita juga buat banyak personal web di layanan gratis (semacam Geocities, Angelfire, Tripod), maupun di web server\u00a0kampus. Sayang sepertinya halaman-halaman web itu sekarang sudah tak berbekas lagi. Masa-masa indah itupun harus\u00a0saya tinggalkan\u00a0saat masa mahasiswa berakhir.<\/p>\n<p>4. Warnet, here I come<br \/>\nDi akhir 90-an\/awal millenium warnet menjamur di mana-mana. Keluar masuk warnet untuk membandingkan layanan, aspek teknis, layanan, kecepatan, kenyamanan, harga, dll adalah aktivitas yang sangat menyenangkan bagi saya. Akhirnya setelah saya bekerja, bisa menabung dan setelah berdiskusi dengan kakak-kakak saya, kami mencoba juga membuka usaha warnet. Semua hal teknis kami lakukan sendiri, sejak beli PC di Mangga Dua, ulur dan crimping kabel UTP, setup koneksi, proxy, billing, dll. Waktu setup awal bahkan kami sampai begadang 2 hari, melelahkan tapi menyenangkan. Saya bahkan kadang menganggap warnet itu sebagai lab saya berikutnya.<br \/>\nTapi beberapa tahun kemudian bisnis warnet semakin kurang menarik. Persaingan tidak sehat dengan perang harga, ancaman tindak kriminal dan sweeping, tuntutan\u00a0investasi yang makin besar, membuat kami memutuskan menghentikan usaha itu. Hari-hari berikutnya, praktis hanya sesekali akses internet iseng dari rumah yang saya lakukan. Sejak jejaring media sosial Friendster mulai populer sampai layanan itu tutup, hingga menjamurnya Facebook dan Twitter saat ini.<\/p>\n<p>5. Sekarang dan berikutnya<br \/>\nBeberapa tahun yang lalu, kami di rumah menyambungkan koneksi internet ke teman\/tetangga yang menyediakan jasa wireless internet (dengan antena wajanbolic). Hal ini berjalan beberapa tahun hingga akhirnya tahun lalu\u00a0kami mulai menggunakan koneksi 3G.\u00a0Waktu itu koneksi internet di rumah kami\u00a0 pakai sebagai sarana bagi istri saya\u00a0untuk berjualan online. Disini saya mulai tertantang lagi untuk utak-atik di depan PC. Register domain, sewa hosting,\u00a0 setup web server,\u00a0 online store, SEO activity, dll menjadi aktivitas menyenangkan bagi saya. Sampai momen-momen menggembirakan saat web store kami berhasil tampil di top rank Google untuk keyword produk yang kami jual. Sayang web itu kini tinggal\u00a0kenangan.\u00a0Tapi achievement-nya waktu itu cukup menyemangati kami bahwa jika kami berusaha sungguh-sungguh, pencapaian\u00a0yang bagus bisa diraih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kali ini\u00a0saya ingin mengingat-ingat lagi perjalanan online saya selama ini, mungkin banyak yang sudah lupa (nah tuh&#8230; makanya ditulis\u00a0 :P), tapi garis besarnya mungkin masih ada. Dengan mengingat perjalanan yang pernah dilalui, seseorang mungkin terbantu untuk memahami seperti apa dia dulu, dimana dia sekarang, akan kemana\u00a0arah perjalanan\u00a0berikutnya. Perjalanan online yang saya maksud disini adalah titik-titik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[3],"tags":[16,5],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"http:\/\/beningadijaya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1"}],"collection":[{"href":"http:\/\/beningadijaya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/beningadijaya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/beningadijaya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/beningadijaya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1"}],"version-history":[{"count":15,"href":"http:\/\/beningadijaya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41,"href":"http:\/\/beningadijaya.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1\/revisions\/41"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/beningadijaya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/beningadijaya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/beningadijaya.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}